GAMBARAN PERSEPSI LANSIA TERHADAP KUALITAS HUNIANNYA DAN HUBUNGANNYA DENGAN KESEHATAN PSIKOSOSIAL

Muhamad Ratodi

Abstract


Salah satu masalah yang dihadapi oleh pemerintah adalah meningkatnya angka lansia terlantar dari tahun ke tahun. Pemerintah dengan program Panti Werdha merupakan salah satu alternatif solusi bagi isu lansia terlantar. Akan tetapi terbatasnya jumlah dan daya tampung panti ditambah dengan kondisi bangunan fisiknya yang belum dirancang sesuai dengan kebutuhan lansia disinyalir akan memicu dampak negatif bagi kesehatan para lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang persepsi lansia akan kualitas huniannya dan hubungannya dengan kondisi kesehatan psikososial para lansia. Penelitian dilaksanakan di PSTW Budi Sejahtera dengan 65 orang penghuninya yang telah memenuhi kriteria inklusi sebagai responden penelitian. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalis data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 53.8% responden berpendapat kualitas hunian mereka dalam kategori kurang baik, dengan 36.9% menilai kurang untuk kondisi drainase ,  30.8% responden berpendapat kondisi akses ke hunian dalam kondisi yang kurang baik dan  27.7% responden merasa kurang nyaman dengan kondisi kloset yang ada saat ini.  Korelasi positif antara persepsi kualitas hunian dengan kondisi kesehatan psikososial lansia juga muncul dan dikategorikan ke dalam hubungan sedang. Kesimpulan: kualitas hunian bukanlah menjadi faktor utama yang berhubungan dengan kondisi kesehatan psikososial lansia, akan tetapi diperlukan perhatian yang spesifik dalam merancang sebuah hunian bagi kelompok usia lanjut agar hunian itu sendiri mampu mengakomodir kebutuhan sosial dan aktifitas fisik lansia secara optimal, sehingga pada akhirnya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan derajat kesehatan para penghuninya.

Keywords


kualitas hunian; panti werdha; kesehatan psikososial

Full Text:

PDF

References


Bandura, A., (1987). Self Efficacy. San Francisco, California: W.H. Freeman

Cattan, Mima., Tylford, Sylvia. (2006). Mental Health Promotion A Life Span Approach. New York: Open University Press

Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Evans, G.W., (2003). The Built Environmental and Mental Health. Journal of Urban Health Vol 80 No 4 December 2003. New York: The New York Academy of Medicine.

Kaplan,R., Kaplan. S., (1998). With People in Mind. Washington, DC: Island Press

Landon, Megan (2006). Environment, Health and Sustainable Development. New York : Open University Press.

Peponis J, Wineman, J., (2002) . Handbook of Environmental Psychology 2nd ed. New York, NY: Wiley

Prabowo, Henrod.(1998). Arsitektur, Psikologi dan Masyarakat. Jakarta : Penerbit Gunadarma

Sabri, Rika. (2002). Analisis Hubungan Antara Karakteristik Usia Lanjut, Dukungan Sosial, dan Keaktifannya Dalam Kelompok Dengan Kesehatan Psikososial Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Tahun 2002. Tesis, Jakarta : Universitas Indonesia

Santrock, J,W.(2002). Life-Span Development, Perkembangan Masa Hidup Edisi ke 5. Jakarta: Erlangga.

Schulz, A., Northridge, M.E., (2004). Social Determinants of Health : Implication for Environmental Health Promotion. London: Sage Publishing.

Setiati, S., Rahardjo, T.B.W., (2001). Konsep Pelayanan Geriatri Terpadu. Jakarta: Warta Demografi UI

Utami, N. D. (2010). Gambaran Psychological Well Being Pada Individu Lanjut Usia Yang Tinggal Di Panti Werdha. Skripsi. Jakarta: Universitas Gunadarma.


Refbacks





Copyright (c) 2016 Muhamad Ratodi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Editorial office

Department of Architecture
State Islamic University of Sunan Ampel Surabaya
JL. A. Yani 117, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60237
email: emara@uinsby.ac.id | emarajournal@gmail.com

 

 The Journal has been indexed by: